Sabtu, 15 Agustus 2015

Cerbung : Zahra part 2

Proses Taaruf antara saya dan Zahra memang terbilang singkat, namun masa masa disaat aku mulai curi pandang, sangatlah lama dan membekas sangat dalam, hitung saja dari umurku yang sekarang adalah 22 tahun, dari 22 tahun itu aku habiskan 4 untuk mulai mengamati dan mengagumi Zahra,  memang selama 4 tahun itu tidak pernah ada komunikasi, apalagi sekedar Say hay, aku merasa sangat beruntung sekali mendapati Zahra sekarang menjadi Istriku, hal yang kurasakan dulu sangatlah mustahil. 
                                           ***********************************
Hampir 2 minggu dari resepsi pernikahanku dengan Zahra, aku menikmatinya, walau setiap malam harus terasa sesak didada ini karena mimpi yang selalu datang menyerang istriku itu, hati ingin sekali menanyakan, apakah Zahra Ridha menikah denganku, tapi melihat raut mukanya yang selalu ceria dan senyumnya yang selalu membuatku damai, tak tega rasanya. tapi aku harus membuatnya sadar bahwa aku adalah suaminya sekarang, tak ada yang boleh menghampiri istriku walau hanya dalam mimpi, entah itu masalalunya atau masa depannya. sebelum tidur aku mengajaknya berbincang " Sayang, tadi Mas membaca buku bagus sekali, Mas mau membahasnya denganmu, malam ini" ku tarik tubuh Zahra, aku posisikan disamping kanan tubuhku, " Kamu tau buku ini ? " tanganku memberikan buku yang sedang kupegang, "100 Hari Mengejar Sakinah?" tanya Zahra menatap mataku,aku tarik tubuh Zahra semakin merapat, " buku ini menceritakan tentang apa Mas ?" Zahra tersenyum. " Buku ini menceritakan tentang perjuangan seoarng Adik, atau anak terakhir dari sebuah kelaurga, yang dimana semua Kaka kandungnya sudah menikah semua, jadi tinggal si tokoh utama itu, namun si Tokoh utama itu, kita sebut saja, Juli. merasa bahwa pernikahan semua kakanya tidaklah berhasil menggapai Sakinah Mawadah dan Warahmah " aku berhenti sejenak " terus Mas, terus " Zahra membolak balikan buku itu, aku tersenyum, membelai rambutnya yang terurai indah.   
" Terus sih Juli ini bertekad untuk bisa mendapatkan pasangan yang bisa membawanya kedalam keindahan pernikahan," aku menarik Nafas, dan melanjutkan. namun dipotong dengan pertanyaan Zahra  " Memangnya semua kakanya si Juli itu kenapa Mas ? " aku kembali dibuatnya tersenyum, " kita lanjutin besok yah ceritanya" Zahra cemberut mencubitku, " Huh kenapa nggak sekarang ajah Mas ?" Zahra menundukan kepalanya, " Mas Cape sayang yuk kita tidur " Aku beralasan, padahal itu hanya trik belaka, aku ingin tahu bagaimana nanti saat Zahra tidur, apakah akan bermimpi tentang Abangnya itu lagi atau tidak.


Bersambung 

0 komentar:

Poskan Komentar