Rabu, 29 Juli 2015

Cerbung : Tak Berjudul Part 5



" Tak semua yang indah itu baik untukmu, dan tak selalu diam itu emas " sebuah tulisan, berwarna merah menyala tertulis dilangit, selepas Ikhman dan Cahaya itu lenyap, kemudian dikuti tulisan yang lainnya " Jangan diam untuk memendam dirimu sendiri dalam luka, dan jangan pula berbicara untuk mencela, diam yang emas itu adalah diamnya yang berfikir " tulisan itu bertahan beberapa menit, tubuhku mulai bisa bergerak lagi, merangkak ke jendela kamar, mengangkat  kepalaku, melihat tulisan itu, menangis.


"Bangun, aku sudah ada dalam dirimu lagi" suara itu, suara dari mana, suara itu mirip sekali dengan suara Ikhman, pikirku. aku berlari keluar kamar, kembali menemui orang tuaku, tapi mereka berdua tidak berada ditempat, suara itu muncul lagi, kali ini dibarengi dengan cahaya yang mengitari ku, mula mula sangat redup, kemudian bertambah terang, semakin terang. membuatku silau dan menutup mata, berteriak.

Mataku terbuka, menatap sekitar. aku berada diruangan rawat rumah sakit, Ibu dan Ayah terlelap tidur dilantai dengan dialasi tikar, wajah ibu terlihat seperti kelelahan, aku mencoba menggerakan tubuhku, terasa berat sekali, hanya tangan yang bisa aku gerakan, aku masih tidak mengerti bagaimana aku bisa berada ditempat ini. bagaimana dengan Ikhman ? bagaimana dengan cerita kehidupanku yang aku rasakan tadi ? kehidupan yang kurasa sangat indah, dan tak pernah aku lakukan.


0 komentar:

Poskan Komentar