Rabu, 29 Juli 2015

Cerbung : Tak Berjudul Part 4




Dengan  Kehadirannya didalam keluargaku, suasana terasa lebih ceria, untuk mereka orangtuaku, bukan untukku, genap satu minggu Ikhman bernaung dirumahku, dalam setiap gerak dan ucapnya selalu mendapat sanjungan dari orangtuaku, aku cemburu, tapi melakukan hal bodoh dengan mengusir Ikhman dari rumah bukanlah pilihanku sekarang, aku lebih memilih untuk bersaing, mulai memberikan isi hati dan fikiranku, mulai sedikit sedikit berbicara intim dengan orangtuaku, dan sekarang aku mulai terbiasa melakukan hal tersebut, dan aku merasakan keceriaan itu, keceriaan yang tak pernah datang sebelumnya dalam keluargaku.


Ikhman, Suatu hari  pernah mengajukan permintaan untuk masuk sekolah, disekolahku, dan ibu mengatakan, akan membicarakannya dengan ayah terlebih dahulu, aku menanyakan apa alasannya dia ingin ikut sekolah denganku, tapi dia cuma tersenyum, menepuk pundakku, dan mengatakan " Aku ingin kenalan dengan teman temanmu" pernyataan itu membuatku diam, seakan ada yang aku rasakan didadaku, degup jantungku mulai tak normal lagi, " Apa semuanya baik baik saja zae " aku tidak menjawabnya, aku hanya berlalu meninggalkan Ikhman yang masih berseru menanyakan kondisiku, aku tidak apa apa.

Ayah, Ibu dan aku duduk diruangan tamu, ini adalah hal yang tak pernah terjadi sebelumnya, aku menatap wajah ibu, wajahnya indah, nyaman membuat semua orang yang memandangnya akan memanggilnya Ibu, bahkan orang lain seperti Ikhman sudah memanggilnya demikian, Ayah memintaku untuk memanggil Ikhman agar turun, aku naik ke atas, pintu kamarku tertutup. tapi ada yang aneh, ada cahaya yang sangat terang, berputar putar dari bayanganya, aku langsung buru buru membuka pintu kamarku, begitu kamar dibuka, Cahaya itu aku lihat menarik Ikhman terbang, aku langsung berteriak " Jangan ! " namun sedetik itu juga, badanku melemas, mulutku tak bisa mengeluarkan suara, aku hanya bisa menatap Ikhman dari kamarku, dibawa terbang oleh cahaya itu.





0 komentar:

Poskan Komentar